surveilans cpib medal laksana nur hikmah tunas mina lestari bandung photo bersama

Komitmen Jaga Kualitas Mutu, Kelompok Medal Laksana dan Nur Hikmah Sukses Lalui Surveilans CPIB

KABUPATEN BANDUNG – Mendapatkan sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) bukanlah garis akhir dari upaya peningkatan mutu perikanan, melainkan awal dari komitmen jangka panjang. Hal inilah yang dibuktikan oleh dua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) unggulan, yakni Kelompok Medal Laksana dan Kelompok Nur Hikmah, yang baru saja sukses menjalani tahapan audit surveilans CPIB.

Kegiatan surveilans ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang diinisiasi oleh Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa fasilitas pembenihan yang telah tersertifikasi tetap mempertahankan standar operasionalnya secara konsisten dan tidak mengalami penurunan kualitas setelah sertifikat diraih.

Sinergi Pendampingan oleh Tim Ahli Tunas Mina Lestari

Menghadapi proses audit surveilans dari otoritas penjamin mutu tentu membutuhkan kesiapan mental, administrasi, dan teknis yang matang. Untuk memastikan kedua kelompok ini siap dan percaya diri, Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung kembali menugaskan Tim Ahli Perikanan Tunas Mina Lestari sebagai fasilitator pendamping keseluruhan proses.

Peran Tunas Mina Lestari terbukti sangat krusial dalam menjembatani kebutuhan pembudidaya dengan standar ketat auditor. Sebelum tim penilai turun ke lapangan, tim ahli telah melakukan serangkaian simulasi, evaluasi dokumen, dan peninjauan fasilitas guna memastikan tidak ada standar yang terlewat. Kehadiran pendamping membuat kelompok merasa jauh lebih terbantu, terarah, dan siap menghadapi pertanyaan serta pengecekan silang dari auditor.

Fokus Surveilans: Kedisiplinan SOP dan Ketercatatan (Traceability)

Dalam pelaksanaan surveilans di lokasi Kelompok Medal Laksana dan Nur Hikmah, evaluasi difokuskan pada dua aspek krusial, yaitu konsistensi penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kedisiplinan dalam sistem ketercatatan (recording). Tim auditor bersama tim pendamping meninjau secara mendalam dokumen-dokumen harian pembudidaya, yang meliputi:

  • Logbook Kualitas Air: Pengecekan rutin parameter air seperti suhu, pH, dan Dissolved Oxygen (DO) yang harus terus dicatat.
  • Manajemen Pakan: Evaluasi terhadap rasio pemberian pakan, jenis pakan yang digunakan, serta kebersihan area gudang penyimpanan pakan.
  • Catatan Kesehatan dan Sortir Ikan: Memastikan proses grading (penyortiran) dan mitigasi penyakit dicatat dengan rapi untuk menjamin prinsip ketelusuran (traceability).
  • Penerapan Biosekuriti: Pengecekan fasilitas cuci kaki (footbath), sanitasi peralatan, dan pembatasan akses keluar-masuk area kolam guna mencegah masuknya patogen.

Bukti Nyata Ekosistem Pembinaan yang Berhasil

Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan respons yang sangat positif. Kelompok Medal Laksana dan Nur Hikmah terbukti tidak menjadikan CPIB sekadar formalitas perizinan. Kedua kelompok ini mampu memperlihatkan bahwa kebiasaan mencatat dan bekerja sesuai SOP telah menjadi budaya kerja sehari-hari.

“Surveilans ini berjalan lancar berkat kolaborasi yang baik. Fasilitasi dari Dinas Pangan dan Perikanan serta bimbingan tiada henti dari tim Tunas Mina Lestari membuat kami lebih paham apa yang harus disiapkan. Mengisi logbook dan menjaga biosekuriti kini sudah menjadi kebiasaan kami,” ungkap perwakilan pengurus kelompok.

Konsistensi yang ditunjukkan oleh Kelompok Medal Laksana dan Nur Hikmah mendapat apresiasi penuh. Mempertahankan budaya mutu seringkali lebih sulit daripada membangunnya di awal. Lolosnya kedua kelompok ini dari tahap surveilans mengukuhkan posisi mereka sebagai penyuplai benih ikan bermutu tinggi, sekaligus membuktikan bahwa program pendampingan yang diusung oleh Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung berjalan dengan efektif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *