KABUPATEN BANDUNG, 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk perikanan daerah, Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung kembali menggulirkan program fasilitasi dan pendampingan sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB). Pada tahun 2025 ini, program tersebut menyasar Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Pepet Fish Farm yang berlokasi di Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.
Guna memastikan keberhasilan program ini, Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung menggandeng Tim Ahli Perikanan Tunas Mina Lestari sebagai fasilitator pendamping. Selama kurun waktu 3 bulan, tim ahli bekerja secara intensif mendampingi Pepet Fish Farm dari tahap persiapan dasar hingga unit usaha tersebut divisitasi dan diaudit oleh tim auditor dari Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPMHKP).
Pendampingan Komprehensif: Dari Legalitas hingga Teknis Lapangan
Proses pendampingan sertifikasi CPIB bukanlah hal yang instan. Tunas Mina Lestari merancang timeline pendampingan selama 3 bulan yang terbagi ke dalam beberapa fase krusial. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi mencakup tiga aspek pilar CPIB: Legalitas, Dokumentasi (Administrasi), dan Teknis Lapangan.
1. Bulan Pertama: Persiapan, Evaluasi Legalitas, dan Gap Analysis
Pada bulan pertama, tim Tunas Mina Lestari melakukan asesmen awal (gap analysis) untuk melihat sejauh mana fasilitas Pepet Fish Farm memenuhi standar SNI pembenihan ikan. Di fase ini, tim ahli membantu kelompok merapikan aspek legalitas dasar yang sering menjadi kendala pembudidaya, seperti pembaruan Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis risiko, izin tata ruang, hingga Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Pemenuhan legalitas ini merupakan syarat mutlak sebelum melangkah ke tahap teknis CPIB.
2. Bulan Kedua: Pembenahan Fasilitas Lapangan dan Biosekuriti
Memasuki bulan kedua, fokus pendampingan bergeser ke area teknis dan fasilitas kolam di Wangisagara. Tim Tunas Mina Lestari memberikan arahan langsung terkait penerapan biosecurity (biosekuriti) yang ketat.
Beberapa intervensi fisik yang dilakukan meliputi:
- Pemisahan jalur masuk dan keluar area perikanan.
- Penyediaan fasilitas cuci tangan dan footbath (bak cuci kaki) dengan disinfektan.
- Pembenahan tata letak gudang pakan agar bebas dari kelembapan dan hama.
- Manajemen kualitas air dan pengelolaan limbah (sanitasi) agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
3. Bulan Ketiga: Implementasi Dokumen Mutu dan Audit BPMHKP
Standar CPIB sangat menitikberatkan pada prinsip “Tulis apa yang kamu kerjakan, dan kerjakan apa yang kamu tulis”. Oleh karena itu, Tunas Mina Lestari secara intensif melatih anggota Pepet Fish Farm dalam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan disiplin mengisi form recording (pencatatan) harian. Catatan ini meliputi data kualitas air, tingkat kelulusan hidup (Survival Rate), penggunaan pakan, hingga pencatatan kesehatan ikan.
Puncak dari pendampingan ini adalah Audit Sertifikasi oleh BPMHKP. Dengan persiapan matang selama 3 bulan, tim auditor BPMHKP melakukan inspeksi menyeluruh baik dari sisi dokumen mutu maupun pengecekan kondisi riil di lapangan. Berkat pendampingan intensif dari Tim Ahli Tunas Mina Lestari, Pepet Fish Farm mampu menjawab setiap pertanyaan auditor dan menunjukkan kesesuaian operasional dengan standar CPIB.
Harapan untuk Akuakultur Kabupaten Bandung
Keberhasilan Pepet Fish Farm di Wangisagara dalam menjalani proses audit CPIB ini diharapkan menjadi role model bagi kelompok pembudidaya ikan lainnya di Kabupaten Bandung.
Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terbangun antara instansi pemerintah, kelompok pembudidaya, dan pihak swasta.
“Sertifikat CPIB bukan sekadar kertas, melainkan jaminan mutu bahwa benih ikan yang dihasilkan oleh Pepet Fish Farm adalah benih unggul, sehat, dan diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan serta bertanggung jawab,” jelas perwakilan Tim Ahli Tunas Mina Lestari di akhir sesi penutupan audit.
Dengan mengantongi sertifikat CPIB, Pepet Fish Farm kini siap menembus pasar yang lebih luas dan berkontribusi pada ketahanan pangan sektor perikanan, tidak hanya di Kabupaten Bandung, tetapi juga di tingkat nasional.


