kolase kegiatan kemarin kunjungan masa persiapan pensiun ke perikanan tunas mina lestari p2mkp

Menjemput Masa Pensiun dengan Semangat Baru: Inspirasi Budi Daya Ikan di Tunas Mina Lestari

Hiruk-pikuk ibu kota sejenak tertinggal di belakang. Pagi itu, raut wajah antusias dan penuh harap menghiasi rombongan yang terdiri dari sekitar 50 peserta program Masa Persiapan Pensiun (MPP) asal Jakarta. Meninggalkan deru kendaraan dan bayang-bayang gedung pencakar langit, mereka menjejakkan kaki di kawasan asri Tunas Mina Lestari. Kunjungan ini bukan sekadar agenda rekreasi untuk melepas penat, melainkan sebuah langkah awal yang nyata untuk merajut asa dan merencanakan masa purnabakti yang produktif, tenang, serta bermakna.

Setibanya di lokasi, rombongan langsung disambut oleh simfoni alam: gemericik air kolam dan hembusan udara segar pedesaan yang jarang mereka temui di ibu kota. Rangkaian kegiatan hari itu dibuka dengan sesi pemaparan materi mengenai seluk-beluk budi daya ikan. Duduk di pendopo terbuka yang sejuk, para peserta menyimak dengan saksama penuturan para praktisi. Materi yang disampaikan dikemas dengan ringan namun berbobot, tidak hanya berkutat pada teknis pembesaran ikan atau perhitungan untung-rugi bisnis, tetapi juga menyoroti bagaimana budi daya ikan dapat menjadi sebuah healing activity—sebuah rutinitas menyenangkan yang mampu menjaga tubuh dan pikiran tetap aktif di hari tua.

Antusiasme peserta semakin memuncak ketika mereka diajak beranjak dari tempat duduk untuk melihat langsung lokasi usaha. Suara riuh rendah kegembiraan terdengar saat beberapa peserta mencoba menebarkan pakan, yang langsung disambut oleh pusaran air dan kilatan sisik ikan yang sehat dan lincah di permukaan. Momen observasi lapangan ini memantik sesi diskusi yang begitu hangat dan interaktif. Berbagai pertanyaan kritis dan penuh rasa ingin tahu terlontar secara alami; mulai dari cara mengelola kualitas air, trik memilih bibit yang tahan penyakit, hingga strategi pemasaran hasil panen skala rumahan. Di tepi kolam tersebut, tidak ada batasan usia—semua layaknya murid yang haus akan ilmu baru untuk memulai lembaran hidup selanjutnya.

Setelah puas mengelilingi area budi daya dan bertukar pikiran, lelah para peserta terbayar lunas dengan agenda yang paling ditunggu: makan siang. Sesi santap siang ini digelar di saung-saung bambu sederhana yang berdiri nyaman tepat di pinggir kolam. Hidangannya pun istimewa dalam kesederhanaannya; ikan nila dan gurame bakar yang dipanen langsung dari kolam, ditemani sambal dadak pedas, nasi hangat, dan lalapan segar. Semilir angin pedesaan dan panorama hijau di sekitar membuat sajian terasa berkali-kali lipat lebih nikmat. Diiringi canda tawa, nostalgia masa kerja, dan obrolan tentang rencana masa depan, momen ini menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu kental di antara para peserta.

Menjelang sore, rombongan bersiap untuk kembali ke Jakarta. Kunjungan singkat ke Tunas Mina Lestari hari itu rupanya memberikan lebih dari sekadar ilmu agrobisnis. Bagi ke-50 calon pensiunan tersebut, perjalanan ini berhasil membuka mata bahwa masa pensiun bukanlah sebuah garis akhir yang harus dikhawatirkan, melainkan sebuah babak baru yang menawarkan ketenangan, kemandirian, dan harmoni dengan alam. Berbekal inspirasi dari riuhnya kolam ikan di pedesaan, mereka kini melangkah pulang dengan keyakinan untuk menyongsong masa purnabakti dengan senyum dan semangat yang terus menyala.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *